Topics
Gambaran Umum Kanker Payudara pada Pria
Kanker payudara umumnya dikaitkan dengan wanita, tetapi kondisi ini juga dapat terjadi pada pria, meski jauh lebih jarang. Kanker payudara pada pria menyumbang kurang dari 1% dari seluruh kasus kanker payudara. Penyakit ini biasanya terjadi pada pria berusia 60 hingga 70 tahun, namun pria yang lebih muda juga dapat mengalami kanker payudara (Shockney, 2024).
Kanker payudara pada pria bermula dari sejumlah kecil jaringan payudara yang dimiliki pria di belakang puting. Riwayat keluarga dengan kanker payudara, mutasi genetik (seperti BRCA1 atau BRCA2), paparan radiasi, serta kondisi yang menyebabkan kadar estrogen tinggi seperti obesitas, penyakit hati, atau sindrom Klinefelter merupakan faktor risiko terjadinya kanker payudara pada pria (Uscher, 2024).
Gejalanya dapat meliputi benjolan yang tidak nyeri di dekat puting, keluarnya cairan dari puting, puting yang tertarik ke dalam (inversi puting), atau perubahan pada kulit di sekitar area payudara, seperti lesung (dimpling) atau kemerahan. Diagnosis dini secara signifikan meningkatkan keberhasilan pengobatan, sehingga kesadaran terhadap gejala-gejala ini sangat penting agar pasien segera mendapatkan perhatian medis di Pantai Hospital.
Apa Saja Faktor Risiko dan Penyebab Kanker Payudara pada Pria?
Beberapa faktor dapat meningkatkan kemungkinan pria mengalami kanker payudara:
Usia | Risiko meningkat seiring bertambahnya usia, terutama pada pria yang berusia di atas 60 tahun. |
Mutasi Genetik | Mutasi pada gen BRCA1 dan BRCA2 dapat secara signifikan meningkatkan risiko. |
Riwayat Keluarga | Kemungkinan tersebut meningkat apabila seseorang memiliki kerabat dekat yang menderita kanker payudara. |
Ketidakseimbangan Hormon | Beberapa kondisi medis atau penggunaan obat tertentu dapat menyebabkan kadar estrogen lebih tinggi. |
Paparan Radiasi | Riwayat terapi radiasi pada area dada sebelumnya dapat meningkatkan risiko. |
Faktor Gaya Hidup | Konsumsi alkohol berlebihan, obesitas, serta gaya hidup yang kurang aktif berkaitan dengan peningkatan risiko. |
Mengetahui faktor-faktor risiko ini dapat membantu mengarahkan langkah-langkah pencegahan serta mendorong individu yang berisiko untuk menjalani pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Apa Saja Metode Diagnosis dan Opsi Pengobatan untuk Kanker Payudara pada Pria?
Diagnosis secara dini dan akurat sangat penting untuk memastikan pengobatan yang efektif serta meningkatkan prognosis pada kanker payudara pada pria. Proses diagnosis biasanya dimulai dengan evaluasi menyeluruh oleh dokter dan dapat melibatkan beberapa metode berikut:
Pemeriksaan Fisik | Pada tahap awal ini, dokter akan menilai secara cermat adanya benjolan yang terlihat, perubahan abnormal pada kulit seperti lesung (dimpling) atau kemerahan, serta adanya cairan yang keluar dari puting. Deteksi dini terhadap tanda-tanda fisik ini dapat memberikan dampak signifikan terhadap keberhasilan pengobatan. |
Mamografi atau Ultrasonografi (USG) | Pemeriksaan pencitraan seperti mamografi atau USG diperlukan untuk mengidentifikasi kelainan di dalam jaringan payudara. Mamografi, yaitu pemeriksaan sinar-X pada payudara, sangat efektif untuk mendeteksi benjolan berukuran kecil atau kalsifikasi. Sementara itu, USG dapat membantu membedakan antara tumor padat dan kista yang berisi cairan. |
Biopsi | Biopsi tetap menjadi metode definitif untuk menegakkan diagnosis kanker payudara. Prosedur ini melibatkan pengambilan sampel kecil jaringan atau sel payudara yang mencurigakan, yang kemudian diperiksa di bawah mikroskop untuk menentukan adanya kanker serta jenisnya. Teknik biopsi dapat bervariasi, seperti aspirasi jarum halus, biopsi jarum inti, atau biopsi bedah, tergantung pada kondisi klinis pasien. |
Tes Genetik | Karena kanker payudara pada pria sering berkaitan dengan faktor genetik, pemeriksaan genetik untuk mendeteksi mutasi, terutama pada gen BRCA1 dan BRCA2, mungkin direkomendasikan. Pemeriksaan ini dapat bermanfaat bagi pria yang memiliki riwayat keluarga dengan kanker payudara atau kanker ovarium, sehingga memungkinkan pemantauan yang lebih terarah serta penerapan langkah-langkah pencegahan. |
Strategi pengobatan dapat sangat bervariasi tergantung pada stadium kanker dan karakteristik tertentu dari penyakit tersebut, namun umumnya meliputi:
Operasi | Pengangkatan jaringan yang mengandung kanker melalui tindakan pembedahan biasanya merupakan terapi lini pertama. Sebagian besar pria yang didiagnosis kanker payudara menjalani mastektomi, yaitu pengangkatan seluruh jaringan payudara, terkadang disertai pengangkatan kelenjar getah bening di sekitarnya untuk memastikan pengangkatan kanker secara menyeluruh. |
Terapi Radiasi | Terapi radiasi biasanya dilakukan setelah operasi dengan menggunakan sinar berenergi tinggi yang ditargetkan untuk menghancurkan sel kanker yang tersisa serta mengurangi risiko kekambuhan. Pendekatan ini sangat bermanfaat terutama jika kanker berada pada stadium lanjut atau telah menyebar ke kelenjar getah bening. |
Kemoterapi | Dalam kemoterapi, obat-obatan diberikan melalui infus atau secara oral untuk membunuh sel kanker di seluruh tubuh. Terapi ini dapat digunakan sebagai pengobatan tambahan setelah operasi untuk menghilangkan sel kanker yang tersisa, atau sebagai terapi neoadjuvan sebelum operasi guna mengecilkan ukuran tumor. |
Terapi Hormon | Banyak kasus kanker payudara pada pria bersifat reseptor hormon positif, yang berarti pertumbuhan kankernya dipicu oleh hormon seperti estrogen. Terapi hormon, misalnya dengan obat tamoxifen, bekerja dengan cara memblokir atau menurunkan kadar hormon dalam tubuh sehingga dapat menghambat pertumbuhan kanker dan mencegah kekambuhan. |
Terapi Target | Obat-obatan yang dikembangkan secara khusus, seperti trastuzumab, menargetkan karakteristik genetik tertentu pada sel kanker, misalnya protein HER2. Pendekatan terapi yang terarah ini efektif dalam menangani kanker dengan HER2 positif, sehingga dapat meningkatkan efektivitas pengobatan dan memperbaiki prognosis pasien. |
Mengapa Penting untuk Segera Mencari Nasihat Medis?
Meskipun kanker payudara pada pria merupakan kondisi yang jarang terjadi, sangat penting untuk segera mencari nasihat medis apabila Anda mengalami gejala yang tidak normal, sekecil apa pun gejala tersebut tampak. Diagnosis yang terlambat sering kali menyebabkan kanker berada pada stadium yang lebih lanjut, sehingga pilihan pengobatan menjadi lebih terbatas dan tingkat keberhasilannya menurun.
Mendiskusikan riwayat keluarga serta risiko genetik dengan dokter juga dapat membantu menentukan strategi pencegahan atau skrining dini, terutama jika Anda memiliki faktor risiko yang diketahui. Kesadaran dan intervensi dini berperan penting dalam meningkatkan tingkat kelangsungan hidup.
Jadwalkan Janji Temu di Rumah Sakit Pantai
Kanker payudara pada pria di Malaysia merupakan kondisi yang jarang terjadi namun serius dan memerlukan perhatian medis segera. Mengenali gejala, memahami faktor risiko, serta mencari nasihat medis sejak dini dapat memberikan perbedaan yang menyelamatkan nyawa.
Di Pantai Hospital, kami menyediakan layanan diagnosis dan pengobatan kanker payudara dengan teknologi mutakhir, didukung oleh tim dokter onkologi profesional dan fasilitas medis yang canggih. Kesehatan Anda adalah prioritas kami. Jika Anda memiliki kekhawatiran atau mengalami gejala tertentu, jangan menunda—segera jadwalkan janji temu dengan Pantai Hospital untuk mendapatkan evaluasi menyeluruh dan perawatan yang disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Anda juga dapat membuat janji temu melalui situs web kami atau dengan mengunduh aplikasi MyHealth360 yang tersedia di Google Play Store maupun Apple App Store.
Rumah Sakit Pantai telah mendapatkan akreditasi dari Malaysian Society for Quality in Health (MSQH) atas komitmennya terhadap keselamatan pasien dan kualitas pelayanan.

