Influenza atau flu adalah penyakit pernapasan yang sangat menular dan dapat menyebabkan gejala berat seperti demam, batuk, nyeri tubuh, dan kelelahan. Setiap tahun, flu memengaruhi jutaan orang di seluruh dunia dan dapat menyebabkan rawat inap hingga kematian.
Baca selengkapnya: Penyakit Mirip Influenza (ILI).
Meskipun efektivitas vaksin influenza telah terbukti, masih banyak mitos dan kesalahpahaman yang beredar, sehingga membuat sebagian orang enggan divaksin.
Vaksin influenza dirancang untuk melindungi dari empat jenis virus influenza yang paling umum pada musim tertentu. Sebagian besar diberikan melalui suntikan, tetapi tersedia juga vaksin semprot hidung.
Jenis vaksin yang umum digunakan meliputi vaksin influenza inaktif, vaksin rekombinan, dan vaksin dosis standar.
Virus yang diperkirakan akan beredar dipilih dan dikembangkan di laboratorium, kemudian dinonaktifkan agar tidak menyebabkan penyakit tetapi tetap memicu respons imun.
Setelah diuji dan disetujui, vaksin didistribusikan ke fasilitas kesehatan.
Antibodi biasanya terbentuk dalam waktu dua minggu setelah vaksinasi. Oleh karena itu, vaksin flu tahunan sangat dianjurkan.
Terdapat beberapa alasan mengapa Anda sangat disarankan menerima vaksin flu. Beberapa di antaranya adalah:
Setelah menerima vaksin flu, beberapa individu dapat mengalami gejala ringan. Gejala tersebut umumnya muncul satu atau dua hari setelah divaksin, dan sembuh dalam beberapa hari. Beberapa efek samping ringan yang paling umum meliputi:
Penting untuk diingat bahwa efek samping umumnya ringan dan berlangsung sebentar, yang merupakan indikasi tubuh yang sedang membangun daya tahan terhadap flu. Gejala tersebut dapat disembuhkan dengan obat yang dijual bebas, seperti ibuprofen atau parasetamol.
Walaupun vaksin flu terbukti aman, efek samping yang parah dapat muncul di beberapa individu. Gejala tersebut antara lain:
Jika Anda mengalami gejala yang parah atau tak kunjung sembuh, segera konsultasikan dengan dokter Anda.
Berikut adalah kesalahpahaman umum mengenai vaksin flu.
Fakta #1: Salah satu mitos terbesar mengenai vaksin flu adalah bahwa vaksin dapat membuat Anda terkena flu. Ini tentu tidak benar. Vaksin flu tidak dapat membuat Anda terkena flu. Vaksin dibuat dari virus flu yang dinonaktifkan (mati) atau virus hidup yang dilemahkan, yang tidak dapat menyebabkan flu. Pada kasus yang langka, beberapa orang dapat mengalami gejala yang mirip dengan flu setelah mendapatkan vaksin flu, namun ini tidak sama dengan terjangkit flu.
Fakta #2: Mitos lain mengenai vaksin flu ialah bahwa vaksin ini tidak efektif dalam mencegah flu. Namun, vaksin flu sangat efektif untuk mengurangi risiko Anda terjangkit penyakit parah. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), vaksin flu dapat mengurangi risiko penyakit flu hingga 60%.
Fakta #3: Terdapat kesalahpahaman bahwa vaksin flu hanya disarankan bagi individu dengan daya tahan tubuh yang lemah, seperti lansia, anak-anak, dan orang dengan kondisi medis tertentu. Namun, sebenarnya tidak demikian. Semua orang disarankan untuk menerima vaksin flu, terlepas dari usia dan kesehatannya, karena flu dapat menyerang siapa saja. Menerima vaksin melindungi tidak hanya satu orang, namun juga orang lain di lingkungan sekitarnya.
Fakta #4: Beberapa orang khawatir mengenai bahan di dalam vaksin flu. Namun, ingat bahwa bahan tersebut telah diuji secara menyeluruh melalui berbagai eksperimen ilmiah dan didistribusikan ke publik karena telah dianggap aman.
Fakta #5: Bertentangan dengan apa yang dipercayai orang banyak, menerima vaksin flu sekali tidak cukup untuk memberikan Anda perlindungan yang tahan lama. Virus flu dapat berubah tiap tahun, dan menerima vaksin tahunan adalah cara yang paling efektif untuk memastikan perlindungan Anda. Kemudian, seiring berjalannya waktu, daya tahan individu terhadap flu dapat melemah, menjadikan vaksin flu tahunan sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh yang baik.
Vaksin influenza merupakan cara yang aman dan efektif untuk mencegah flu dan komplikasinya.
Hubungi kami untuk membuat janji temu hari ini atau kunjungi Departemen Pediatri di Rumah Sakit Pantai terdekat.
Baca selengkapnya: Jadwal Vaksinasi Anak di Malaysia.
Rumah Sakit Pantai telah terakreditasi oleh MSQH atas komitmennya terhadap keselamatan pasien dan kualitas layanan.